Google Search

SEBUAH FAKTA CINTA ZAMAN INI

Teknologi telah mempengaruhi seluruh prilaku manusia dan peradaban secara massal, dan tanpa kita sadari, prilaku kita sendiri sebenarnya telah dipengaruhi oleh teknologi yang berkembang dalam masyarakat.  Teknologi bukan hanya mempengaruhi cara-cara orang bekerja dan mendapatkan penghasilan ekonomi, tetapi melahirkan bentuk kepercayaan dan ketidakpercayaan terhadap sesuatu dan bahkan telah mampu memberi warna tersendiri kepada hal-hal yang cukup privasi dan alamiah, seperti bagaimana cara seseorang  menemukan pasangan dalam hidupnya.
#

MAKSUD POLITIK (Dibalik Isu Tunda Pilkada)

Oleh Irwansyah Putra Psa

Tunda Pilkada!! adalah kalimat yang nyaring terdengar di Aceh akhir-akhir ini. Mulai dari mulut sebagian elit politik sampai teriakan para demonstran dalam sejumlah aksi massa dengan alasan beragam. Walaupun demikian, tidak semua rakyat Aceh menginginkan pilkada ditunda. Survey Occidental Risearch Institute (ORI) membuktikan, lebih dari separuh penduduk Aceh menginginkan pilkada damai dan tepat waktu.
#

TANDA SERU POLITIK ACEH

Oleh Irwansyah Psa
my-archive
Kalau orang tua dulu sering mengatakan perihal politik dengan istilah “Lam Politék – na nyang anggôk na nyang asék, na nyang tulak na nyang tarék” (dalam politik, ada yang setuju ada yang tidak, ada yang mendorong ada pula yang menyeretnya). Inilah saat yang tepat untuk menangkap sinyal dari “ajaran politik” para orang tua terdahulu, bahwa politik memang penuh pro-kontra, mendukung dan melawan selalu ada, tergantung waktu dan kepentingan dibaliknya.
#

CARA BICARA DENGAN HEWAN SEKITAR


source: http://triwidodo.wordpres.com

Sebagian orang Aceh yang tinggal dikampung-kampung, dipastikan pernah mengusir ayam yang masuk kerumahnya menggunakan kata "hush",  menggunakan istilah "cing" untuk mengajak kucing kesayangannya makan, dan memanggil bebek dengan kata "pi-pi-pi". Sementara, kata "true" dan "wie" akan sangat banyak kita jumpai ketika kita melihat petani  mengarahkan "traktor sapinya" agar berbelok kekiri atau kekanan saat membajak sawah .
#

HABIS MIGAS TERBITLAH MISKIN


(Tragedi Aceh Utara) 


“HABIS manis, sepah dibuang”. Pepatah tersebut layak untuk menggambarkan kondisi rakyat Aceh Utara. Dikenal kaya migas, namun miskin pembangunan. Sebut saja jalan line-pipa sebagai contoh, kini jalan menuju salah satu ladang produksi ExxonMobil Oil Indonesia (MOI) tersebut sudah tak diurus lagi dan berlubang di sana-sini. Potret kehidupan warga sekitar juga tak kalah memilukan, mereka “dipaksa” tinggal di bawah rumah kumuh beratapkan daun rumbia, padahal ada PT. Arun dan MOI yang sudah puluhan tahun menikmati renyahnya hasil alam Aceh Utara. Memang, produksi PT. Arun beberapa tahun lalu mulai menurun, namun hal tersebut tentu tidak semerta-merta membuat mereka begitu saja boleh mengabaikan tanggungjawab sosialnya.
#

Pengembalian Uang 220 Milyar Pemkab Aceh Utara Tak Jelas, Kas Daerah Kosong?

Pers Release IPAU Banda Aceh 

Analisis yang dilakukan oleh Ikatan Pemuda Aceh Utara (IPAU) Banda Aceh terhadap pemberitaan media massa akhir-akhir ini, yang kerap mewartakan belum jelasnya upaya pengembalian uang milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara yang bobol di Bank Mandiri Jelambar sebesar 220 Milyar, ternyata memberikan dampak ganda bagi masyarakat, yakni dampak positif dan negatif.
#

Alternative Urgency For New Aceh Politic

By Irwansyah Putra Psa 

Aceh after the election in 2009, which legitimized the Aceh Party (PA) as a parliamentary majority, even in some districts, are like Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, East Aceh and North Aceh, PA was become singles positions majority on distric parliament. It did, not much to bring change, as people's (constituency) expectations . My observations, PA has not revealed the difference with the other parties, trapped parlementaria usual routine. Still limited taking care of "power" and "money", without a renewal of a brilliant idea for to discuss.
#

Cara Menjadi Pengusaha Sukses

Predikat pengusaha sukses merupakan impian banyak orang. Ada banyak alasan mengapa orang menjadi pengusaha, misalnya menambah penghasilan, meningkatkan derajat kehidupan atau tidak mau terus menjadi bawahan orang lain, yang pasti ketika seseorang telah mejalankan usahanya ia akan merubah kehidupannya yang lebih baik. 
Menjadi pengusaha yang sukses memang mudah diucapkan, tapi tidak mudah untuk di kerjakan.
#

Curhat Ahtisaari

Dari Kolom Analisis Harian Aceh

Baru-baru ini seorang mantan juru runding GAM di Helsinki mendapat surat dari Martti Ahtisaari, Direktur Crisis Management Initiative (CMI). Dalam surat itu, Ahtisaari mencurahkan isi hatinya yang kecewa. Kekecewaan yang membuatnya terpaksa membatalkan kunjungan ke Aceh pada Maret tahun ini. Padahal rencana kunjungan ke Aceh tahun 2010 memang telah dijadwalkan setahun lalu.
#

Perang Belanda, Snouck Hourgronje dan Jenggotan Kampus

Oleh Irwansyah Putra Psa

Perang yang di deklarasikan Belanda kepada Sultan Negara Aceh di atas kapal perang Citadel van antwerpen. pada tanggal 26 maret 1873 dengan Ambisi besar menundukkan Aceh, ternyata gagal. Banyak jenderal dan perwira mereka terbunuh sia-sia diujung pedang dan gelewang pejuang Aceh yang begitu kentara semangat nasionalisme keacehan dan agamanya. Belanda menjadi gamang, segala usaha menundukkan Aceh gagal.

Perang Aceh dengan Hindia Belanda yang berlangsung hampir setengah abad telah menelan korban yang banyak di kedua belah pihak. Belanda telah mengucurkan jutaan gulden untuk membiaya perang itu. Akibatnya,
#

Pernyataan-Pernyataan Mahatma Gandhi Yang Menggugah

"Bahwa Tuhan tidak pernah mengajarkan semua urusan manusia dilaksanakan berdasarkan prinsip untung-rugi. keadilan harus menjadi basis dari semua aktivitas manusia"

"pengunduran diri saya dari Partai Konggres tidak berarti saya kehilangan semangat pengabdian terhadap negeri ini, sebaliknya pengabdian saya akan selalu dipersembahkan buat negeri ini. Bagi orang-orang seperti saya, kehadiran di Partai Konggres, dimana telah terjadi perbedaan-perbedaan mendasar
#

Diskusi Kritis Mahasiswa Peduli Perdamaian Aceh Pasca MoU Helsinky

Maraknya aksi kriminal yang terjadi di Aceh pasca MoU Helsinky, merupakan preseden buruk bagi keberlanjutan perdamaian abadi yang diharapkan oleh semua pihak. Betapa tidak, eskalasi kejahatan bersenjata yang dilakukan oleh orang tak dikenal (otk) itu, telah memicu reaksi keras Pangdam Iskandar Muda Supiadin AS, dengan mengatakan bahwa pelaku kejahatan tersebut adalah mantan kombatan GAM yang tidak patuh pada pimpinan (lihat, serambi Indonesia edisi 05 Juni 2007).
#

BRR not to leave problems in Aceh

p.3/Banda Raya)
Youth and Student Alliance for criticizing BRR (ALEE) stated the tasks and authorities hand over from BRR to the local government should be done soon. But, the right regulation should be first established. The ALEE spokesperson Irwansyah Putra PSA stated that the hand over should not be done without proper approaches because this will leave only problem to Aceh.

Sumber: http://www.acehrecoveryforum.org/en/index.php?action=NewsUpdate&no=6 #

Hadirkan Auditor Internasional

Banda Aceh, Ekspos
Puluhan mahasiswa yang menamakan diri mereka ALEE (Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Aceh Untuk Kritisi BRR), Kamis (19/4) melakukan aksi unjuk rasa ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) meminta dukungan dewan bagi kehadiran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) internasional untuk melakukan audit secara menyeluruh terhadap dana kemanusiaan yang dikelola Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias.

#

Gerakan Mahasiswa Aceh Hari ini

Kekuatan gerakan mahasiswa dan rakyat Indonesia tahun 1998 dengan isu reformasi terbukti mampu menumbangkan kekuasaan orde baru yang telah bercokol selama 32 tahun dan telah menguasi berbagasi sistem pemerintahan. Lebih lanjut reformasi juga memberi ruang bagi dicabutnya status Aceh sebagai Daerah Operasi Militer (DOM) setelah mendapat protes keras mahasiswa Aceh dengan berbagai aksi demonstrasi. Pasca DOM perkembangan demokrasi Aceh mulai terbuka lebar, semangat anti Indonesia menjadi trand, sehingga memudah GAM untuk tumbuh dan mendapat simpati rakyat, isu pelanggaran HAM mulai disuarakan dimana-mana. Mahasiswa Aceh menjadi motor penggerak aksi, supaya dibentuk pengadilan HAM serta menuntut para pelaku diseret kepengadilan.
#

TENTANG YANG POENYA BLOG INI

Foto saya
Banda Aceh, Aceh, Indonesia
Dilahirkan di Gampong Pedalaman Aceh, Menempuh Pendidikan Sampai Tingkat SMA disana, Pindah dan Merantau Ke Banda Aceh. Saat ini berdomisi di Jakarta. Berminat pada kajian isu-isu sosial, ekonomi, politik. Bercita-cita Menjadi Pengusaha sekaligus politisi profesional Yang Senantiasa Akan Berjuang Untuk Mewujudkan Peradaban Yang Lebih Baik.